Ada Banyak Beasiswa Selain LPDP

Gagal LPDP ke Luar Negeri? Banyak Beasiswa Lain!

Posted by

Seperti yang kita tahu, LPDP adalah beasiswa dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menunjang kuliah S2 dan S3 di dalam maupun di luar negeri. Beasiswa ini mencakup biaya kuliah dan biaya hidup (full scholarship), sehingga tentu saja tidak ada yang tidak mau mendapatkan beasiswa ini, khususnya yang jurusan luar negeri.

Sepertinya, popularitas beasiswa ini semakin meningkat dan sejuta masyarakat berbondong-bondong untuk mendapatkannya. Tetapi, seleksi ini semakin berat dengan adanya tes berbasis komputer (Tes Potensi Akademik) dan wawancara 2 tahap: tahap pertama berisi motivasi kuliah, pertanyaan tentang keluarga, dan sejenisnya, sementara tahap kedua merupakan wawancara mengenai kebangsaan/nasionalisme kita dengan pertanyaan-pertanyaan seputar hal-hal sensitif semacam LGBT dan PKI. Susah ya!

Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda

Beberapa tahun yang lalu, dengan syarat yang belum serumit itu (tapi mirip-mirip juga), saya sendiri mencoba LPDP 2 kali, dan gagal! Saya akan menjabarkan pengalaman tersebut:

Percobaan pertama saya lakukan di pertengahan tahun 2015. Pada saat itu, saya mendaftar seperti cara teman saya yang berhasil dapat beasiswa tersebut. Dia bisa lolos seleksi tanpa surat penerimaan dari universitas tujuan/Letter of Acceptance (LoA) dan IELTS. Ditambah dengan saya yang juga riset pengalaman orang lain yang berhasil tanpa LoA dan IELTS, saya memberanikan diri untuk mendaftar tanpa dokumen tersebut.  Tetapi, justru saat wawancara, interviewer menanyakan kenapa saya belum ambil tes IELTS dan memperoleh LoA saya.  Pertanyaan tersebut tidak bisa saya jawab dengan baik, karena memang saya belum menyiapkannya. Alhasil, gagallah saya dengan persiapan minimalis. Saya akui itu adalah salah saya.

Percobaan kedua saya terjadi di sekitar bulan Maret 2016. Saya merasa bahwa saat itu saya sudah lebih siap, karena sudah mempunyai LoA dan IELTS. Namun apa daya, saat wawancara, saya ditanya soal research proposal S2 saya! Padahal saya berniat mengambil master’s by coursework, bukan by research, sehingga saya merasa bahwa proposal penelitian yang mendetail tidak diperlukan.

Baca: Beda Master’s by Coursework dan Master’s By Research

Selain itu, pewawancara bertanya “Kenapa harus kuliah di Inggris, dan bukan Singapura atau negara lain?” Jawaban saya tentang “kualitas pendidikan yang lebih baik” dan “saya yang ingin mempelajari X” sepertinya bukan yang diinginkan, terbukti dengan saya yang tidak lolos lagi.

Dan saat itu pun saya sudah putus asa, karena jujur, saya merasa sudah mempersiapkan,  namun hasilnya kurang sesuai.  Namun, saya ingat motivasi awal saya untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri, sehingga saya tidak berhenti mencoba. Saya mencari info mengenai beasiswa lainnya, dan pada akhirnya saya mendapatkan Beasiswa Unggulan dari Kemendikbud.  Cerita saya selengkapnya ada di sini.

Jadi, jika belum berhasil mendapatkan LPDP, sebenarnya masih ada beasiswa selain LPDP yang kalian bisa raih, yang seleksinya lebih sederhana daripada beasiswa tersebut. Maksudnya sederhana disini adalah seleksi terdiri dari “hanya” 2 tahap utama: seleksi administrasi dan wawancara. Beasiswa yang saya dapat dulu juga terdiri dari 2 tahap tersebut, namun, saat ini, sepertinya jurusan ke luar negeri sedang ditiadakan, sehingga saya tidak menuliskannya di dalam daftar ini (tetapi mohon selalu mengeceknya, karena bisa berubah sewaktu-waktu). Beasiswa selain LPDP yang patut dicoba juga adalah:

1. Chevening

Beasiswa ini adalah beasiswa dari pemerintah Inggris untuk berkuliah S2 dan S3 di Inggris. Tapi, kalian harus memiliki pengalaman kerja 2 tahun. Jika pengalaman kerja kalian belum 2 tahun, kalian akan otomatis ditolak bahkan di seleksi administrasi. Setiap tahunnya, kurang lebih 100 orang Indonesia mendapatkan beasiswa ini.

Info selengkapnya mengenai Chevening: klik di sini.

2. Fulbright

Ini adalah beasiswa ke Amerika Serikat. Menurut saya, Fulbright cukup murah hati karena banyak sekali tipe beasiswa yang diberikan kepada orang Indonesia. Tidak hanya beasiswa S2 dan S3, tetapi juga beasiswa yang bersifat non gelar. Untuk mendapatkan beasiswa ini, kita tidak harus memiliki pengalaman kerja sesudah lulus S1.

Info selengkapnya mengenai Fulbright: klik di sini.

3. Australia Awards

Jika tidak ingin jauh-jauh dari Indonesia, kalian bisa mencoba beasiswa ke Australia untuk S2 atau S3.  Sama seperti Fulbright, tidak perlu ada pengalaman kerja untuk mendapatkan beasiswa ini. Setiap tahunnya, Australia memberikan kurang lebih 200 beasiswa kepada penerima Indonesia.

Info selengkapnya mengenai Australia Awards: klik di sini.

4. Beasiswa dari Universitas Tujuan

Jika kalian jeli, kalian dapat meraih beasiswa yang diberikan dari universitas tujuan kalian, bukan dari pemerintah. Untuk mendapatkan info beasiswa ini, kalian hanya perlu mengandalkan mesin pencari Google dan mengetik dengan kata kunci “(nama universitas) international scholarship”. Tidak jarang saya mendapatkan info yang berguna dari sana. Tetapi, biasanya,  syaratnya cukup kompetitif, karena kuota beasiswa ini terbatas (kurang dari 10), dan yang melamar bisa ratusan ribu orang. Namun, bukan tidak mungkin untuk mendapatkannya, karena saya sendiri juga pernah berhasil mendapatkan beasiswa ini juga untuk S3 di sebuah universitas di Inggris (sayangnya saya tolak karena alasan pribadi, dan saya akan menceritakan pengalaman saya tersebut di lain waktu).

Kesimpulannya, masih banyak jalan selain beasiswa LPDP, sehingga tidak perlu berkecil hati jika tidak lolos. Dan kalau tidak ingin menempuh jalan beasiswa, bisa membaca artikel saya di sini. Selamat mempersiapkan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *