Bahasa Inggris Umum, Blog

Beda TOEFL ITP, TOEFL IBT dan IELTS

iBT IELTS

IELTS dan TOEFL (ITP dan iBT) merupakan tes yang cukup populer untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang. Namun sayangnya banyak yang masih bingung mengenai tujuan mengambil tes tersebut, dan tidak jarang ada yang salah memilih tes (termasuk saya dulu). Berikut ini adalah beda dari tes-tes (ITP, iBT, dan IELTS) tersebut:

TOEFL ITP

Dulu selepas lulus S1, saya langsung mengambil tes TOEFL ini karena menurut saya tes ini cukup murah, alias masih berkisar Rp. 400.000,- dan saya bangga dong, karena score saya di atas 600. Berbekal nilai saya tersebut, saya langsung daftar ke sebuah universitas di Australia…..dan hasilnya? Saya diterima ASALKAN saya menyertakan hasil tes kemampuan bahasa Inggris yang universitas tersebut syaratkan, yaitu IELTS. Kalau gitu percuma dong, saya ngambil TOEFL ITP? Singkatnya, ya, percuma! Mau nilainya maksimal pun, tetap tidak akan benar-benar diterima di universitas Australia kalau nggak ambil IELTS/iBT.

Tujuan TOEFL ITP

TOEFL ITP merupakan tes yang bisa dipakai oleh institusi tertentu untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang. Karena ITP merupakan TOEFL institusional, wajar saja jika TOEFL ini tidak bisa digunakan untuk mendaftar ke universitas negara-negara berbahasa Inggris. Namun, kegunaan TOEFL ini cukup beragam, mulai dari melamar kerja, persyaratan di universitas dalam negeri, atau beasiswa pemerintah Indonesia misalnya LPDP. Sayangnya, universitas luar negeri yang berbahasa Inggris seperti USA atau Australia nggak menerima score ini, seperti pengalaman saya tersebut. Sebenarnya wajar saja sih score ini nggak diterima, karena di TOEFL ITP, sama sekali nggak ada speaking ataupun writing… Jadi jangan bangga dulu ya kalau score ITP-nya tinggi, kan speaking & writing nggak diteskan di sini.

Score TOEFL ITP

Penskoran TOEFL ITP berskala 310-677. Biasanya, nilai yang ideal adalah diatas 500.

Skills TOEFL ITP

Ada 3 hal yang diteskan dalam TOEFL ITP, yaitu listening, structure and written expression, dan reading. Semua soal dalam tes ini berbentuk pilihan ganda.

Biaya Tes TOEFL ITP

Dibandingkan dengan iBT dan IELTS, biaya untuk mengambil tes ITP cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp 500.000,- untuk saat ini. Kemungkinan besar biayanya akan meningkat di tahun-tahun ke depan. Hehehe.

Lihat juga: Biaya Tes Official TOEFL ITP

TOEFL iBT

Saya mengajar TOEFL iBT, dan jangan kira TOEFL iBT sama seperti ITP ya. Tingkat kesulitannya jauh sekali berbeda dibandingkan dengan ITP. Tapi bagi saya, enaknya, tes ini dilakukan menggunakan komputer sepenuhnya, jadi, bagi yang tidak suka menulis dengan tangan, tes ini bisa jadi sebuah opsi yang bisa diambil.

Tujuan TOEFL iBT

Internet Based Test TOEFL (iBT) merupakan tes yang bisa dipilih bila kita ingin berkuliah di negara-negara berbahasa Inggris seperti USA, Australia, Canada, New Zealand, atau UK. Namun, TOEFL iBT cenderung lebih populer bagi orang yang ingin studi di USA atau Canada.

Score TOEFL iBT

Score maksimal IBT adalah 120 dengan score 30 di tiap skill nya. Nilai “ideal” untuk iBT adalah di atas 90.

Skills TOEFL iBT

Skills yang diteskan dalam TOEFL IBT adalah reading, listening, speaking, dan writing. Menurut saya, yang paling sulit di iBT adalah speaking! Bukan karena pertanyaannya, namun karena batas waktu yang ditetapkan pada tiap pertanyaan. Seperti apa sulitnya? Saya akan bahas di post yang berbeda ya.

Biaya Tes TOEFL IBT

Untuk menempuh TOEFL iBT Official Test, kita perlu merogoh kocek sekitar $205 atau Rp 3.000.000,-

Lihat juga: Biaya Tes Official iBT

IELTS

Tes ini adalah tes yang saya ambil sebelum akhirnya berangkat ke Inggris untuk S2 (Ya, bukan Australia, hehehe…Australia merupakan salah satu pilihan dulunya, namun keputusan finalnya adalah saya berangkat ke Inggris). Dibandingkan dengan iBT, IELTS merupakan tes yang tingkat kesulitannya setara. Jadi, lebih sulit iBT atau IELTS? Menurut saya sih sama saja, dan tergantung preferensi saja sih. Dan lagi, sekarang IELTS sudah ada yang bisa menggunakan komputer (computer-delivered IELTS), sehingga bagi yang tulisan tangannya kurang bagus, bisa memilih tes ini.

Tujuan Mengambil IELTS

Sama seperti TOEFL iBT, IELTS bisa juga digunakan untuk studi ke negara-negara berbahasa Inggris seperti USA, UK, Australia, atau New Zealand. Bedanya, IELTS ini ada 2 tipe: General dan Academic. Kalau kita bertujuan untuk belajar ke luar negeri, wajib untuk mengambil Academic IELTS. Lalu, apa guna General IELTS? Hasil tes ini dapat dipakai untuk bekerja atau hidup di negara-negara berbahasa Inggris, misalnya Inggris atau Australia. Jadi, jangan salah pilih ya!

Score IELTS

Score IELTS berkisar 0 sampai 9 untuk tiap skill nya, dan memungkinkan juga untuk mendapatkan nilai setengah (0.5), misalnya 6.5, 5.5 dst. Pada umumnya, banyak yang cukup puas dengan score IELTS 6.5 ke atas.

Skills IELTS

Skills yang diteskan dalam IELTS adalah reading, listening, speaking, dan writing. Menurut saya, yang paling sulit adalah writing, terutama pada Task 1 (Academic) karena kita diharuskan mendeskripsikan data (bisa berupa grafik, tabel, proses, dll) yang diberikan dalam 20 menit saja.

Biaya Tes IELTS

Biaya official test IELTS adalah Rp. 3.000.000,-, yang kurang lebih sama seperti biaya TOEFL iBT.

Lihat juga: Biaya Tes Official IELTS

Jadi, apakah sudah tahu mau mengambil TOEFL ITP, TOEFL iBT, atau IELTS? Sesuaikan dengan tujuannya ya!

Baca juga:

Negara dengan Biaya Hidup dan Kuliah Termurah

Cara Belajar IELTS dari Nol

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published.