Universitas Luar Negeri Terbaik

Universitas Luar Negeri Terbaik: Cara Agar Diterima, Lengkap Dengan Contoh

Posted by

Sebenarnya, apa sih arti “universitas luar negeri terbaik” itu? Apakah harus ranking 1 dunia versi QS World atau Times Higher Education? Beberapa univeristas yang jelas-jelas ada di 10 besar daftar tersebut tentulah Harvard University, Cambridge University, dan Oxford University. Lalu, apakah Anda harus berkuliah di sana? Belum tentu. Menurut saya, kata “terbaik” di sini cukup relatif. Hanya karena universitas tersebut menempati posisi tertinggi, belum tentu tempat itu adalah yang paling baik untuk kita. Berikut ini akan saya jelaskan langkah-langkah yang saya lakukan untuk mendaftar S2, yang juga Anda bisa adaptasi untuk mendapatkan universitas luar negeri terbaik.

1. Riset bidang dan negara yang anda minati

Sebaiknya, daripada melihat list ranking universitas, lebih baik memahami bidang studi apa yang diminati, karena, pada kenyataannya, ranking yang ada di daftar tersebut adalah peringkat secara umum. Apabila kita meneliti lebih jauh, yaitu peringkat berdasarkan bidang studi yang Anda minati, seringkali ranking tersebut cukup berbeda.

Contohnya saja, saat saya masih menjadi pemburu beasiswa beberapa tahun lalu, saya tidak serta merta mengacu kepada apa yang ada di peringkat tersebut. Tetapi saya melihat minat saya, yaitu pendidikan atau linguistik terapan, dan saya ingin berkuliah di Inggris. Setelah itu, saya melihat beberapa pilihan universitas yang terbaik untuk saya dengan cara melihat peringkat berdasarkan bidangnya: University College London (UCL), Edinburgh, dan Sheffield. Kok 3 pilihan dan tidak cuma 1? Alasannya, saya tidak ingin hanya bergantung dengan mendaftar 1 universitas saja, karena belum tentu saya diterima di situ..hehehe. Karena itu, saran saya, selalu siapkan beberapa universitas cadangan.

2. Pelajari universitas, negara, dan kotanya.

Setelah Anda menemukan universitas yang Anda yakini baik untuk Anda, Anda harus memikirkan pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  • Apakah universitas itu memiliki bidang spesialisasi (misal mata kuliah spesifik) yang Anda ingin tekuni?
  • Apakah lingkungan di tempat Anda belajar akan membuat Anda nyaman?
  • Berapa dana yang Anda punya untuk kuliah dan hidup di universitas tersebut?

Anda bisa mengandalkan mesin pencari Google dan mendapatkan info sebanyak-banyaknya untuk membantu Anda, terutama di website universitas tersebut. Bila perlu, Anda dapat menghubungi Persatuan Pelajar Indonesia yang ada (silakan browsing di internet, atau Facebook group dan ketikkan PPI [negara/kota tujuan]) dan menanyakan banyak hal kepada mereka. Pengalaman saya, PPI cukup membantu karena mereka sudah merasakan dan mengalami sendiri berkuliah di sana .

3. Penuhi persyaratannya

Syarat masuk universitas luar negeri cukup beragam. Namun, secara umum, universitas luar negeri anda menghendaki dokumen berikut ini:

  • Personal Statement atau Motivation Letter yang menjelaskan motivasi Anda berkuliah, dan kemampuan dan pengalaman yang Anda miliki untuk menempuh program/gelar yang anda minati.
  • CV yang merupakan poin-poin penting tentang diri Anda yang dapat mendukung lamaran Anda.
  • Surat rekomendasi dari dosen di universitas tempat anda menempuh pendidikan terakhir, atasan tempat Anda bekerja, atau ketua organisasi dimana Anda terlibat. Biasanya,yang dibutuhkan adalah 2 surat rekomendasi.
  • Ijazah dan Transkrip Nilai. Pastikan nilai Anda sesuai dengan kriteria universitas negeri tujuan ya. Selain itu, kemungkinan besar Anda akan memerlukan jasa penerjemah tersumpah untuk menterjemahkan kedua dokumen ini ke bahasa negara tujuan.
  • Sertifikat kemampuan bahasa sesuai negara yang dituju. Bila negara tujuan berbahasa Inggris, biasanya sertifikat yang dibutuhkan adalah TOEFL IBT atau IELTS.

4. Upload semua dokumen dengan teliti/siapkan biaya pendaftaran

Setelah Anda yakin bahwa persyaratan yang ada sudah terpenuhi, Anda perlu mengirimkan dokumen tersebut. Saat ini, memang masih ada universitas yang mewajibkan Anda untuk mengirimkan surat langsung ke universitas tersebut. Namun, di era yang canggih ini, kebanyakan universitas menyediakan portal online melalui websitenya, dan Anda hanya perlu upload semua dokumen yang dibutuhkan. Pastikan bahwa semua dokumen sudah baik kualitasnya, dan tidak ada kesalahan. Selain itu, Anda harus memperhatikan biaya yang mungkin diperlukan untuk pendaftaran.

5. Perhitungkan waktu yang diperlukan untuk mendaftar universitas luar negeri

Berikut ini adalah kisaran waktu yang diperlukan untuk pendaftaran universitas negeri (menurut pengalaman saya).

  • Riset universitas & kehidupan di negara tujuan = 1 bulan
  • Melengkapi persyaratan = 2 bulan
  • Menunggu LoA = 1 bulan- 2 bulan.

Periode kuliah S2 di Inggris kebanyakan dimulai di bulan September. Maka, saya mendaftar ketiga universitas pilihan saya di bulan Desember tahun sebelumnya. Kemudian, saya menerima semua LoA saya di waktu yang berbeda selama periode Januari-Februari.

Hal yang perlu diperhatikan tentunya adalah poin “melengkapi persyaratan.” Apabila Anda belum mahir berbahasa asing, saya tidak menyarankan waktu 2 bulan untuk mempersiapkan dan menjalani tes bahasa asing negara tujuan. Sebaiknya, untuk persiapan bahasa, Anda melakukannya jauh hari (2 tahun atau lebih) sebelum tes bahasa yang sebenarnya. Saya menulis “2 bulan” karena memang itulah waktu yang saya “butuhkan” untuk persiapan tes Bahasa Inggris (IELTS). Saya memang mempelajari Bahasa Inggris secara intensif pada saat saya S1.

Selamat mempersiapkan diri agar diterima di universitas luar negeri terbaik!

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *