Uncategorized

Solo Travelling ke Kota Terindah di Inggris

kota terindah di Inggris Scottish Highlands

Tepatnya tahun 2017 sekitar bulan-bulan ini, saya sedang berada di Inggris sebagai seorang lulusan the University of Sheffield , dan sambil menunggu wisuda, saya memanfaatkan waktu salah satunya untuk berkeliling kota-kota di Inggris sendirian. Jadi, solo travelling dong? Yes, saya perempuan dan sendirian travelling hehehe. Jujur, itu adalah pengalaman yang paling berkesan seumur hidup saya, karena sebelum berkuliah di Inggris, saya selalu tinggal dengan orang tua dan hampir selalu bepergian dengan mereka. Ya, ini merupakan sebuah big step buat saya, karena sekalinya travelling sendiri, nggak nanggung-nanggung jauhnya hehehe. Sebenarnya sih pengin pergi dengan teman-teman, namun saat itu, teman-teman saya semua sibuk, dan sebagian sudah pulang ke Indonesia. Pikir saya, mumpung berada di Inggris, daripada nggak sama sekali, lebih baik pergi sendiri kan? Anyway, ini nih cerita saya berkunjung ke beberapa kota Inggris yang menurut saya indah:

Baca juga:
Cerita Saya Mendapatkan Beasiswa ke Inggris
Penyebab Gagal Mendapatkan Beasiswa Luar Negeri

Edinburgh (dan Scottish Highlands)

Dari Sheffield saya naik kereta selama kurang lebih 5 jam ke Edinburgh karena memang lokasinya yang berada di utara, sementara kota saya termasuk salah satu daerah midlands yang agak selatan gitu deh.

Tujuan pertama saya sesampainya di Edinburgh adalah the Old Town atau Kota Tua. Di sini, kita akan dapat merasakan berada seolah di scene Harry Potter karena arsitekturnya yang kuno; namanya juga kota tua! Untuk menelusuri kota ini cukup dilakukan dengan berjalan kaki (biar hemat dong, hehehe). Salah satu landmark yang patut dikunjungi di kota tua adalah Edinburgh Castle, namun saya hanya berhenti dan berfoto di depan kastil tersebut karena kalau masuk ke kastil harus bayar. Hahaha.

Tempat tertinggi di Edinburgh adalah Calton Hill, dan di sana saya dapat melihat pemandangan kota tua dari ketinggian yang membuat mata takjub. Area sekitar bukit ini juga cukup refreshing dengan tempat-tempatnya yang worth visiting dengan beberapa monumennya yang megah.

Pemandangan dari Calton Hill dengan kamera saya yang nggak terlalu bagus

Hari berikutnya, saya berkunjung ke Highlands yang terletak tidak jauh-jauh amat dari Edinburgh (sama-sama daerah Skotlandia maksudnya). Karena saya nggak seberani itu untuk pergi ke daerah pegunungan sendiri (takut nyasar karena hanya mengandalkan Google Map HP), saya ikut sebuah tur lokal dari Edinburgh. Saya naik bus ke Highlands dengan rombongan yang isinya orang-orang yang tak dikenal, dan malah akhirnya saya jadi berkenalan dengan pria asing, yang, jujur, menurut saya agak rese sih. Namun, dia malah jadi fotografer gratisku! Sesampainya di sana, rombongan saya menggunakan kapal untuk menelusuri danau Loch Ness, yang, konon kabarnya, tempat tinggal Loch Ness monster, makhluk yang diyakini ada di danau tersebut oleh orang Skotlandia. Setelah berlabuh, rombongan saya menuju ke kastil Urquhart Castle, yang memang dekat dengan Loch Ness. Kastil ini sudah tidak utuh lagi alias merupakan reruntuhan yang katanya disebabkan oleh perang (dan mungkin karena waktu juga). Sebenarnya masih banyak kastil di Highlands, tapi memang waktu saya nggak ada, huhuhu. Semoga one day saya bisa kembali ke sana 🙂

Kota terindah di Inggris
Urquhart Castle dan Loch Ness

Bath

Sebenarnya, kota Bath ini mirip-mirip Edinburgh karena arsitekturnya yang juga kebanyakan kuno. Saya mengunjungi kota ini menggunakan fasilitas tur mingguan yang diadakan oleh Student Union universitas saya. Kenapa? Karena waktunya cocok dan lebih murah daripada naik bus/kereta sendiri.

Mengunjungi Bath, pasti harus mampir ke The Roman Bath, yang merupakan tempat pemandian bangsa Romawi Kuno saat masih berkuasa di Inggris pada sekitar 60-70 SM. Saya memanfaatkan status saya sebagai student (walau sudah lulus) untuk masuk sehingga harga tiketnya bisa lebih murah, hehehe. Di pemandian ini kita dapat mengetahui cara orang Romawi Inggris mandi, bentuk tempat pemandiannya, dan tradisi mereka pada umumnya. Sekilas, The Roman Bath ini nampak seperti Tamansari di Yogakarta, jadi kalau yang belum bisa ke Bath, coba ke Yogyakarta dulu ya!

Kota terindah di Inggris
The Roman Bath

Dari Roman Bath, saya berjalan ke The Royal Crescent, yang merupakan deretan rumah yang membentuk sabit. Bangunan ini didirikan pada tahun 1700-an untuk ditinggali kaum aristokrat di jaman tersebut. Saat ini, selain untuk tempat tinggal, ada bagian dari tempat ini yang difungsikan untuk museum, dan di museum itu kita dapat melihat bagaimana masyarakat pada saat tersebut menempati bangunan ini. Dan lagi, saya nggak masuk ke museum itu karena nggak gratis. Maklum, jiwa mahasiswa. Hahaha.

Kota terindah di Inggris
Saya ber-selfie di the Royal Crescent

London

Selama tinggal di Inggris, saya bolak-balik London sendirian beberapa kali, karena memang seolah nggak ada habisnya kalau menjelajah London! Di London banyak sekali objek wisata yang menarik, misalnya saja bangunan kuno yang bersejarah, misalnya saja, Tower of London, tempat yang terkenal karena pada jaman dahulu dijadikan tempat pemenggalan dan pembunuhan orang-orang yang dirasa melawan penguasa (termasuk Anne Boleyn). Ada juga Gereja Westmister Abbey, dimana Pangeran William dan Kate Middleton menikah. Selain itu, ada juga museum-museum yang membuat kita semangat belajar, misalnya saja National History Museum atau Science Museum. Kalau kita tertarik dengan sejarah Inggris, bisa juga mengunjungi Victoria and Albert Museum. Dan yang paling saya sukai dari museum-museum tersebut adalah masuknya GRATIS, jadi saya bisa bolak-balik ke tempat-tempat itu sepuasnya.

Kota terindah di Inggris
Tower of London, yang memiliki sejarah kelam

Namun bagi saya pengalaman yang paling berkesan adalah perjuangan saya ke London sendirian untuk mengejar mimpi masa kecil menonton the Phantom of the Opera, sebuah musikal yang mengisahkan tentang seseorang penyanyi opera dan mentor musiknya. Dari Sheffield, saya naik bus ke London selama 4 jam. Namun, saya ketinggalan bus! Bukan karena saya kesiangan, namun saya menunggu di terminal yang salah, hanya karena saya salah paham dengan petugas stasiun busnya! Sampai disana, untung sekali saya tepat waktu dan dapat menikmati drama musikal itu sampai akhir.

Begitulah cerita saya menjelajah kota-kota di Inggris yang indah. Sebenarnya saya sempat bersolo traveling ke Paris dan Belgium juga, namun terlalu panjang untuk dituliskan di sini. Saya akan ceritakan pengalaman tersebut lain waktu ya. Pernah nggak, kalian solo traveling ke kota/negara asing? Silakan berkomentar!

Tagged

10 thoughts on “Solo Travelling ke Kota Terindah di Inggris

  1. Waaaa asik banget tuh pengalamannya! Kapan lagi bisa menjelajah negara orang sendirian lagi. Disana banyak museum yang berbayar ya… apakah harganya lumayan kalo mau masuk? Sebagai penikmat museum jadi was-was hahaha soalnya kalo di Indonesia kan kebanyakan gratis

    1. Kalau museum, di London yang kebanyakan gratis, dan bagus-bagus pula! Di kota lain juga ada yang gratis sih tapi setahu saya nggak sebanyak di London, kalau yang berbayar kisaran 10poundsterling gitu yah, alias Rp 180.000 huuuhuhu.
      Makasih sudah mampir 🙂

  2. Hi mbak Maria, salam kenal 🙂

    Cerita jalan-jalan di Inggrisnya menarik banget.. apalagi aku suka banget dengan arsitektur jadul jaman dulu. Aku belum pernah ke benua Eropa jadi seneng banget kalau nemu blog yang menceritakan perjalanan dan tempat-tempat menarik disana.

    The Roman Bath bener-bener kaya Taman sari di jogja ya haha.. dan Loch Ness Monster, aku sering banget denger tentang legenda menarik ini. Ah jadi seru banget bacanya.
    Terima kasih ya sudah sharing!

    1. Halo Mbak, salam kenal juga 😀
      Terima kasih! Iya, saya saja pengin balik ke sana, karena masih banyak yang belum dikunjungi, hiks.
      Makasih sudah mampir 🙂

  3. wah tempatnya bagus sekali. Jadi penasaran buat pergi kayak gitu harus spend berapa sih kak?
    minimal ke tempat seperti itu wajib bayar berapa gitu? atau gak ada patokan khusus

    1. hmmmm kalau saya kan dulu mahasiswa yang sekalian jalan-jalan di sana nih kak, jadi cuma persiapan utk biaya transportasi/makan/akomodasi saja, dan uang yang dibutuhkan bervariasi, tergantung dari biaya transportnya (kalau dekat, mungkin 5 pounds (100rb) saja cukup, tapi kalau jauh bisa sampai 50 pounds (1 juta) hiks). Utk akomodasi tergantung pintar-pintarnya pilih penginapan yang murah, misal 10 pounds per malam hehehe.
      Museum di London kebanyakan gratis, tapi yang diluar London ada beberapa yang harus bayar, dan kisaran mgkin 10-20 pounds.
      Memang bikin dompet menangis, hiks!
      Makasih sudah mampir kak 😀

  4. Ah jadi pengen kesana aku juga suka banget Dengan arsitektur bangunannya maklum saya Potterhead jadi suka bnaget dengan bangunan tua yang Indah. Semoga suatu Hari bisa kesana, aamiin

    Terimakasih ya kak sharingnya
    Nice info

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *