gagal beasiswa luar negeri

Penyebab Gagal Beasiswa Luar Negeri

Posted by

Banyak orang bercita-cita untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Katanya, ke luar negeri bisa jalan-jalan gratis, atau bisa nikah dengan bule, hehehe. Apapun alasannya, beasiswa ke luar negeri sangatlah diminati; terbukti dengan semakin banyaknya orang yang mendaftar. Sayangnya, mendapatkannya tidak semudah itu. Pada kenyatannya, lebih banyak yang gagal mendapatkan beasiswa ke luar negeri daripada berhasil. Pada kesempatan ini, saya akan sharing mengenai mengapa lamaran beasiswa kita bisa ditolak.

Tidak Memenuhi Kriteria

Untuk mendapatkan beasiswa, tentu ada syarat-syarat yang wajib dipenuhi, seperti IPK, pengalaman kerja, pengalaman organisasi, dan kemampuan berbahasa asing tertentu. Namun, ada saja orang yang nekat memasukkan lamaran beasiswa meski tidak memenuhi kriteria tersebut. Kalau sudah begini, saya rasa lamaran tersebut akan langsung ditolak secara administratif, alias tidak bisa sampai ke tahap berikutnya yaitu wawancara. Kebanyakan lembaga pemberi beasiswa tidak bisa menerima “negosiasi” semacam IPK yang sedikit lebih rendah, atau pengalaman kerja yang sedikit belum cukup. Jadi, sebelum apply beasiswa, kita perlu memastikan bahwa kita sesuai dengan yang mereka cari; kalau tidak, buang-buang waktu saja.

Ikut-Ikutan

Ini merupakan pengalaman saya pribadi. Saya pernah ikut-ikutan cara teman saya yang berhasil lolos beasiswa tanpa sertifikat IELTS dan surat penerimaan dari universitas (LoA). Saya juga sempat browsing di internet mengenai pengalaman wawancara orang yang pernah dapat beasiswa, dan dia memaparkan bagaimana cara dia menjawabnya. Akhirnya, dengan cara teman saya yang minimalis tapi bisa lolos, saya apply beasiswa itu. Pada saat seleksi wawancara, saya menggunakan jawaban yang pernah saya baca di internet. Alhasil, saya tidak lolos wawancara, karena sepertinya interviewer bisa tahu bahwa itu jawaban “klasik” yang sudah pernah mereka dengar berkali-kali. Saran saya, jadilah diri sendiri. Be yourself. Cara orang lain hanya untuk sharing saja supaya kalian bisa belajar dari pengalaman mereka, tetapi jangan copy-paste, hehehe.

Baca juga: Pertanyaan untuk Pemburu Beasiswa

Tidak Siap Gagal

Takut gagal berarti takut mencoba. Gagal sekali atau dua kali, itu wajar. Ada yang sudah beratus-ratus kali gagal dalam melamar beasiswa ke luar negeri namun tidak menyerah sampai akhirnya bisa mendapatkan beasiswa. Saya sendiri hingga tahun 2020 sudah pernah apply beasiswa ke luar negeri sekitar 8 kali, dan yang berhasil ada 3 (meski yang saya ambil akhirnya 1 beasiswa). Jadi, jangan heran jika lebih banyak gagal daripada berhasilnya. Justru jika kita terus mencoba berbagai peluang yang ada, semakin besar peluang untuk berhasil. Menurut saya, kita sebaiknya jangan mengandalkan hanya 1 lamaran beasiswa. Kita harus mempunyai rencana untuk melamar berbagai beasiswa yang lainnya jika yang 1 itu gagal.

Baca juga:

Gagal LPDP ke Luar Negeri? Jangan Khawatir, Banyak Jalan Lain!

Serba Mendadak

Banyak hal buruk yang bisa terjadi karena melamar beasiswa menjelang deadline-nya. Contohnya, bisa saja kita lupa mengecek ulang kelengkapan berkas, atau lupa memastikan apakah tata bahasa kita sudah bagus atau belum. Kemudian, ada hal yang sama sekali tidak bisa dipersiapkan secara tiba-tiba, seperti kemampuan berbahasa asing yang tidak bisa dipelajari beberapa minggu atau bulan sebelumnya. Jadi, siapkanlah semua jauh-jauh hari. Pengalaman saya sendiri, butuh 1 tahun untuk mempersiapkan beasiswa, mulai dari surat rekomendasi, membuat motivation letter, dan mendapatkan LoA. Jika tidak ingin gagal mendapatkan beasiswa ke luar negeri, kita harus memperhitungkan waktu dan kemampuan yang kita punya untuk memenuhi persyaratan tersebut.

Belum Beruntung

Ada juga kasus dimana kita sudah melakukan semua cara yang ada, dan mempersiapkan semua dengan matang, namun tetap saja gagal mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Memang ada faktor X yang kita sulit pahami di sini. Bisa jadi karena beasiswa tersebut sangat kompetitif (rasio 1 penerima dibanding 1000 pelamar), atau saat wawancara kita ketemu pewawancara killer yang menanyakan sesuatu di luar dugaan yang kita sendiri tidak tahu jawabannya. Saran saya, tetaplah mencoba, belajar dari pengalaman kegagalan Anda, dan terus memperbaikinya. Selain itu, jangan lupa berdoa. Menurut saya, itu adalah salah satu hal yang paling manjur supaya bisa lolos, agar jalan kita juga dimudahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk melewati faktor X itu.

Semoga dengan sharing dari pengalaman saya ini, Anda semangat untuk mempersiapkan diri melamar beasiswa ke luar negeri. Tapi , apabila Anda sudah “bosan” dengan melamar beasiswa, Anda juga dapat membaca tips saya di sini. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *